PEMBERIAN PUPUK KANDANG DAN PUPUK MAJEMUK ANORGANIK UNTUK PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.)
DOI:
https://doi.org/10.54895/lansium.v3i2.1594Keywords:
Cabai Rawit, Pupuk Kandang, Pupuk MajemukAbstract
Salah satu kendala yang dihadapi petani dalam mengembangkan usaha budidaya tanaman disebabkan oleh faktor teknis budidaya dan jenis tanah terutama tanah PMK. Untuk mengatasi permasalahan tanah tersebut dapat menggunakan pupuk organik dan anorganik. Tanaman cabai membutuhkan pupuk untuk pertumbuhan dan produksinya, yaitu pupuk organik pupuk anorganik jenis pupuk majemuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit terhadap pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk majemuk. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan (4) ulangan. Faktor yang diteliti adalah pupuk kandang ayam P0 : Tanpa Pupuk Kandang, P1 : 10 ton/ha, P2 : 20 ton/ha dan pupuk majemuk anorganik yaitu, N1 : 150 kg/ha, N2 : 300 kg/ha, dan N3 : 450 kg/ha. Peubah yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah cabang, berat basah tanaman (g), berat kering tanaman (g), umur berbunga (hst), jumlah buah (buah), dan berat buah (g). Berdasarkan hasil penelitian, pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk majemuk dengan takaran 10 ton/ha pupuk kandang ayam dan 300 kg/ha pupuk majemuk anorganik merupakan perlakuan yang cenderung menghasilkan rerata tertinggi untuk pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit.







