Evaluasi Serangan Penyakit Pada Tanaman Padi Organik Dan Anorganik Di Desa Sumber Suko Kecamatan Gumawang Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
DOI:
https://doi.org/10.54895/lansium.v1i1.215Keywords:
Padi Organik, Padi Anorganik, PenyakitAbstract
Serangan penyakit pada budidaya padi sangat beragam tergantung kondisi lahan. Pola tanam dan penggunaan pupuk akan berpengaruh terhadap keseimbangan habitat lahan budidaya, hal ini akan berpengaruh terhadap produksi padi yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan membandingkan perkembangan penyakit tanaman padi lahan konvensional dan pertanian organik dan membandingkan perkembangan secara agronomis tanaman padi pada tanaman padi pada lahan konvensional dan pertanian organik. Organik. Berdasarkan hasil penelitian penyakit yang dominan menyerang dilapangan hawar pelepah daun (Rizoctonia silani), dan bercak cercospora (Cercospora oryzae). Perbedaan tingkat serangan penyakit serta sebabkan beberapa hal yaitu : sistem pola tanam, penggunaan pupuk dan cara pengendalian oraganisme penganggu tanaman (OPT). Secara agronomis pertumbuhan jumlah anakan dan berat gabah perumpun tanaman padi organik lebih baik dibandingkan padi anorganik. Hal ini berkorelasi negatif terhadap produksi yang diperoleh pada padi organik produksi padi lebih rendah (5,18 ton/ha) dibanding padi anorganik (6,98 ton/ha). Rendahnya produksi perhektar pada padi organik diduga jumlah populasi tanaman padi organik lebih sedikit. Namun secara kualitas dan ekonomis produksi padi organik lebih unggul dibanding padi organik, sehingga sistem budidaya padi organik masih terus dikembangkan.






