PEMANFAATAN PUPUK ORGANIK PLUS UNTUK MENGEFISIENSIKAN PUPUK NPK DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vurgaris L.)
DOI:
https://doi.org/10.54895/lansium.v1i1.218Keywords:
pupuk organik plus, pupuk anorganik, buncis.Abstract
Faktor pendukung pertumbuhan dan produksi budidaya buncis (Phaseolus vulgaris L.) adalah pupuk, baik pupuk organik maupun anorganik. Pemanfaatan pupuk organik plus diharapkan dapat mengefisiensi penggunaan pupuk NPK majemuk dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman buncis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi penggunaan pupuk NPK majemuk yang dikombinasikan dengan pupuk organik plus terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman buncis. Penelitian ini dilaksanakan di kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Baturaja, Adapun waktu penelitian ini pada bulan Desember 2018 sampai dengan Februari 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan , yang terdiri 4 perlakuan dengan 3 ulangan, setiap unit ada 5 tanaman dengan 3 tanaman contoh. Perlakuan pupuk organik plus yaitu : P0 ( tanpa pupuk organik plus (Kontrol), P1 ( 100kg/ha), P2 (200 kg/ha), P3 ( 300 kg/ha). Perlakuan pupuk NPK majemuk yaitu : T1 (100% =250 kg/ha), T2 (75%,= 187,5 kg/ha), T3 (50%, =125,5 kg/ha), T4 (25%, = 62,5 kg/ha). Peubah yang diamati yaitu panjang tanaman (m), waktu berbunga (hts), berat basah tanaman (g), berat kering tanaman (g), jumlah polong (buah/tanaman), berat polong (g) dan panjang polong (cm). Dapat disimpulkan bahwa takaran yaang paling efisiensi penggunaan pupuk NPK adalah pemberian pupuk organik plus 200 kg/ha dan NPK majemuk 25% (62,5 kg/ha) merupakan kombinasi takaran pupuk terbaik dalam menghasilkan produksi tanaman buncis.






