Pemberian Berbagai Pupuk Kompos dan Dosis NPK Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogeal L.)

Authors

  • Indriati Meilina Sari Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong
  • Ardi Asroh Fakultas Pertanian Universitas Baturaja
  • Nurmala Dewi Fakultas Pertanian Universitas Baturaja
  • Novriani . Fakultas Pertanian Universitas Baturaja
  • Rika Ramadhan Fakultas Pertanian Universitas Baturaja

Keywords:

Media Tanam, Pupuk, Kompos, Organik, Pertumbuhan

Abstract

Budidaya kacang tanah menghendaki kondisi tanah yang gembur fungsinya untuk genofor karena perkembangan buah kacang tanah hanya terjadi didalam tanah. Fungsi genofor (tangkai kepala putik) ini sendiri yaitu organ yang membawa buah dan menembus masuk ke dalam tanah. Peran pupuk organik bepengaruh pada sifat kimia tanah. Disamping mempunyai keunggulan pupuk organik juga mempunyai Kelemahan yaitu lambat tersedia sehingga perlu dilakukan pengomposan. Kompos mengandung hara mineral esensial bagi tanaman. Kompos yang potensial untuk dikembangkan adalah sekam padi, Tandan kosong kelapa sawi, dan Tongkol jagung. Kompos sekam padi mengandung hara C-organik (20,02%), N (0,75%), P(0,12%), K (0,69%), C/N (23,69), TKKS dapat diolah menjadi pupuk kompos karena pupuk kompos TKKS mengandung unsur hara seperti N 1,5%; P 0,3%; K 2,00%; Ca 0,72%; Mg 0,4%. Kompos memiliki unsur hara lengkap akan tetapi kandungan unsur hara rendah sehingga perlu dikombinasikan dengan pupuk anorganik untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Pemberian pupuk anorganik bertujuan untuk menjaga ketersediaan nutrisi tanaman agar tetap tersedia selama proses pertumbuhannya. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Baturaja, pada bulan Februari sampai April 2024. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Benih Kacang Tanah Varietas gajah, Pupuk Kompos sekam Padi, Pupuk Kompos tandan kosong kelapa sawit,  dan Puuk Kompos Tongkol Jagung, Pupuk NPK Majemuk, Alat yang digunakan adalah Garu, Cangkul, Gembor, Timbangan, Waring, Kayu, Parang, Paku, Palu, Alat tulis dan alat ukur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok  (RAK) Faktorial perlakuan terdiri Perlakuan Pupuk kompos (K) yang terdiri 3 taraf K1 (kompos sekam padi), K2 (Kompos Tandan kosong kelapa sawit, K3 (kompos tongkol jagung), dan Perlakuan Pupuk NPK Majemuk (N). N1 (200kg/ha), N2 (250kg/ha), N3 (300kg/ha). Data dianalisis dengan  menggunakan sidik ragam (uji F), apabila hasil sidik ragam berpengaruh nyata maka pengujian dilanjutkan dengan uji BNT 5% (Hanafiah, 2010). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Kombinasi perlakuan jenis kompos dan NPK majemuk K2N3 (10 ton/haTKKS 300 kg/ha NPK majemuk) merupakan kombinasi perlakuan  cenderung lebih baik terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah, Perlakuan berbagai jenis pupuk kompos organik merupakan perlakuan cenderung lebih baik terhadap produksi kacang tanah, Perlakuan 200 kg/ha pupuk NPK merupakan perlakuan cenderung lebih baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Indriati Meilina Sari, Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong

    Program Studi Hortikultura Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong

  • Ardi Asroh, Fakultas Pertanian Universitas Baturaja

    Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Baturaja

  • Nurmala Dewi, Fakultas Pertanian Universitas Baturaja

    Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Baturaja

  • Novriani ., Fakultas Pertanian Universitas Baturaja

    Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Baturaja

  • Rika Ramadhan, Fakultas Pertanian Universitas Baturaja

    Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Baturaja

Published

2024-08-09

Issue

Section

Articles