Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L) Pada Pemberian Kompos Limbah Kulit Kopi Dan NPK Majemuk
Keywords:
Bawang merah, Kompos kulit kopi, Pupuk NPK majemukAbstract
Bawang merah merupakan tanaman yang banyak dikembangkan, produksi bawang merah di Kabupaten Ogan Komering Ulu masih rendah dan belum mampu untuk memenuhi kebutuhan masysarakat. Salah satu penyebabnya adalah jenis tanah yang kurang subur yaitu tanah Podsolik Merah Kuning dan penerapan teknologi pemupukan yang tidak tepat. Pemberian pupuk organic yang mampu memperbaiki tanah dan sesuai kebutuhan tanaman diharapkan member hasil yang secara ekonomis menguntungkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah terhadap pemberian kompos limbah kulit kopi dan pupuk NPK majemuk. Penelitian ini di laksanakan dikebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Baturaja pada bulan Febuari 2024 sampai bulan April 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yaitu Faktor Kompos Kulit Kopi (K) yang terdiri dari K0 : Kontrol, K1 : 10 ton/ha, K2 : 15 ton/ha, K3 : 20 ton/ha dan Faktor NPK majemuk (N) yang terdiri dari N1 : 200 kg/ha, N2 : 300 kg/ha, N3 : 400 kg/ha. Peubah yang diamati: tinggi tanaman (cm), bobot basah tajuk (g), Bobot kering tajuk (g), Jumlah umbi per rumpun (buah), Bobot basah umbi (g), Bobot kering umbi (g). Berdasarkan hasil penelitian pupuk kompos kulit kopi dan NPK majemuk dengan Kombinasi pupuk kompos kulit kopi 15 ton/ha + NPK 300 kg/ha merupakan cenderung lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lain pada pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah, Perlakuan pupuk kompos kulit kopi 15 ton/ha merupakan perlakuan terbaik pada pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah, Perlakuan pupuk NPK majemuk dengan takaran 400 kg/ha cendrung lebih baik pada produksi tanaman bawang merah.







