Good Urban Governance melalui Program Kotaku demi Mewujudkan Sustainable Malang City Development
DOI:
https://doi.org/10.54895/dinamika.v5i1.2970Keywords:
Good Urban Governance; Collaborative Governance; Kawasan Kumuh; Kebijakan KOTAKUAbstract
Kota Malang saat ini telah menjadi kota yang padat penduduk dengan jumlah penduduk yang terus bertambah dikawasan perkotaan. Salah satu permasalahan pokok yang masih terjadi dikota Malang adalah adanya kawasan permukiman kumuh yang meluas, ditandai dengan kepadatan penduduk dan kurangnya sarana dan prasarana guna menunjang aktivitas. Dan, dampak dari kawasan kumuh akan berpotensi menjadi penghambat pertumbuhan didaerah kawasan perkotaan hingga menjadi tempat yang rawan penyakit sosial dan penyakit lingkungan. Artikel ini berujuan untuk mendeskripsikan upaya penataan kawasan kumuh menggunakan perspektif Good Urban Governance yang dilakukan oleh pemerintah kota Malang untuk mewujudkan Suistanable City Development. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ialah metode kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian dalam artikel ini menunjukkan bahwa pola pikir dan perilaku masyarakat serta perpindahan penduduk dari luar yang tak terkendali berpotensi memperburuk lingkungan kawasan pemukiman dengan munculnya bangunan – bangunan rumah yang sifatnya illegal dan tidak beraturan. Berdasarkan UU No.1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman Kumuh bahwa permukiman kumuh merupakan suatu permukiman yang tidak layak huni, ditambah kualitas sarana dan prasarana yang juga kurang menunjang. Oleh karena itu, good urban governance dilevel perkotaan khusunya Kota Malang harus bersinergi bersama masyarakat







