Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.) Terhadap Pemberian Pupuk Kandang Kambing Dan Urea

Authors

DOI:

https://doi.org/10.54895/jrbn7f32

Keywords:

Bawang daun, kotoran kambing dan Urea

Abstract

Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang daun (Allium fistolusum L.)Terhadap Pemberian Pupuk Kandang Kambing dan Urea, oleh Yulhasmir, S.P., M.Si. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan memperoleh takaran pupuk kandang dan Urea yang terbaik bagi pertumbuhan dan produksi tanaman daun bawang.. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari dua perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali, 5 tanaman sebagai tanaman contoh. Perlakuan pupuk kandang yang digunakan adalah sebagai berikut :K0 = kontrol K1= 15 ton/ha (75 g/polybag), K2 = 20 ton/ha (100 g/polybag), K3 = 25 ton/ha (125 g/polybag) dan Urea sebagai berikut : N1 = 150 kg/ha (0,75g/polybag), N2 = 200 kg/ha (1g/polybag), N3 = 250 kg/ha (1, 25/polybag). Peubah yang diamati tinggi tanaman, jumlah daun, tinggi seludang, jumlah anakan, berat akar, berat basah tanaman, berat kering tanaman. Berdasarkan hasil penelitian Pengaruh Pupuk Kandang dan Urea terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Daun(Allium fistolusum L.), maka dapat disimpulkan bahwa : Pemberian Pupuk Kandang dan Urea berpengaruh Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Daun. Perlakuan K1N2 merupakan perlakuan yang terbaik baik dibanding perlakuan lainya. K1 = 15 ton/ha (0,75g/polybag) dan N2 = 300 kg/ha (1g/polybag). Merupakan perlakuan terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman daun bawang

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

  • Yulhasmir, Universitas Baturaja

    Dosen Tetap Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Baturaja

References

Badan Pusat Statistik dan Direktorat jenderal Hortikultura. 2019. Produksi tanaman sayuran di Indonesia, Tahun 2015 - 2019. http// www. pertanian .go.id/ home/ index. php. Show ropo dan file Num 307.

Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan. September 2020. Produksi Sayuran vrovinsi Sumatera Selatan. https:// Sumsel.bps.go.id/.

Badan Pusat Statistik Kab.OKU. 2020. Data Produksi Sayuran Baturaja. http//okukab. bos.go.id./Index.Php/Site/Publikasi (Diakses 27 September 2020).

Badan pusat statistic. 2011. keadan geografis di Sumatera selatan. http;//www.bps.go.id./link tabel dinamis/view/id.865.

Elisman, R .2001.Engaruh Pemberian Beberapa Jarak dan Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Arabika (Coofe Arabica Var Karika 1) Skripsi Fakultas pertanian universitas Taman Surakarta.

Ferdy, Atika.T. dan.widastuti L. 2017.Pengaruh Pemberian Kotoran Ayam dan Urea Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Daun Pada Lahan Gambut Pedalaman.Vol.4. No.1.23-37.

Fatma.2009. Penangan Pascapanen Caisin (brassica Rapa L) Dengan Pengaturan Suhu Rantai Dingin (cold Chaisin). Laporan Penelitian JOM Faperta UR.5.(1):56.

Herviyanti, Ahmad f, Sofyani R, Darmawan, Gusnidar dan Saidi A. 2012.Pengaruh Pemberian Bahan Humat Dari Ekstrak Batubara Muda (subituminus) dan Pupuk P Terhadap Sifat kimia Oltisol Serta Produksi Tanaman Jagung (zea mays L)jurnal Solum, 9 (1):15-24.

Hikmah. A.2008.Pemberian Beberapa Bahan Organic pada Budidaya Tumpang Sari Tanaman Brokoli (brassica oleracae) dan Ptsai (brassica pecesansis) Sertah Pengarunya Terhadap Pertumbuhan dan Serapan cu dan zn. Skripsi, Fakultas pertanian.IPB. Bogor.

Istiana, Heri. 2007. Cara Aplikasi Pupuk Nitrogen dan Pengaruhnya pada Tanaman Tembakau Madura. Buletin Teknik Pertanian. Vol. 12 No. 2, 2007.

Kosdara. 2015. Iklim yang Terbaik Untuk Budidaya Tanaman Bawang Daun. Lembang.

Bandung.

Kuyik, A. R., Pemmy, T., Sumampow, D. M. F., & Tulungen, E. 2012. Respon Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata L.) Terhadap Pemberian Pupuk Organik, 1–11.

Lingga, L. dan Marsono. 2007. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta.

Halaman 22.E XII/133/1986.

Laude, S. dan A.Hadid. 2007.Respot Tanaman Bawang Merah Terhadap Pemberian Pupuk Cair Organik Lengkap. Jurnal Agribisnis 8(3);140-146.

Lingga, L. dan Marsono. 2007. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta.

Halaman 22.E XII/133/1986.

Millner,P.D. and D.D. Kaufma.2005.Soil Organik Mattel Dyanamic and Microbial iternation aggricurtural recherch service us dapatment of Agriculture, Baltsevile, UAS, 8pp.

Nahnudin, A dan Wahyuni S.2014.Pengaruh Kombinasi Takaran Pupuk Urea dan SP36 terhadap pertumbuhan dan hasil bawang daun. Jurnal Agrijati.Vol 25.No.1.

Ratna.W.A. dan G. manurung 2014 Teknologi Budidaya Bawang Daun.Balai Pengajian Teknologi Pertanian Lampung Badan Pengebangan Kementrian Lampung.

Santoso B, 2006.pemberdayan lahan podsolik merah kuning dengan tanaman rosela. Jurnal persepektif, volume.5 nomor 1, juni 2006:01-12.

Simanungkalit RDM, 2006 Pupuk Organic Dan Pupuk Hayati.Jawa Barat.Balai Besar Litbang Sumberdaya Pertanian Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian.

Sri, N.H dan suci, H. 2003.sifat kimia biologi entisol pada system pertanian organik. Universitas gajah mada, yokyakarta.jurnal online agroteknologi.vol.3, no.2:717-723, maret 2015.

Sarido,L. 2017.Uji Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakcoy Dengan Pemberian Organik Cair Pada System Hidroponik. Jurnal Agrifor 16 (1):65,74.

Trias, B.R.Bistok. dan Suprihati.2014. Pemberian Kotoran Kambing Terhadap Pertumbuhan Danhasil Wortel Dan Daun Bawang. (53-54).

Widodo, rachmadhani,N,W., Kesriharti dan M.santoso.2016. Pengaruh Pupuk Organikdan Pupuk Anorganik Terhadap Pertumbuhan dan Peruduksi Tanaman Buncis Tegak.J.produksi Tanaman., 5(6);443-452.

Wahyudi.2010. Petujuk Praktis Bertanam Sayur.Agromedia pustaka, Jakarta.

Published

2025-12-15