Fluktuasi Suhu, Derajat Keasaman (pH), dan Oksigen Terlarut (DO) pada Aliran Sungai Kedukan Kota Palembang
Temperature, pH, and Dissolved Oxygen Fluctuations in Kedukan River, Palembang City
DOI:
https://doi.org/10.54895/smpwkx61Keywords:
biota akuatik, limbah domestik, saluran drainase, tekanan ekologisAbstract
Sungai Kedukan, anak Sungai Musi di kawasan Jakabaring, Palembang, menghadapi tekanan ekologis akibat urbanisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis fluktuasi suhu, pH, dan oksigen terlarut (DO) sebagai indikator kualitas perairan. Data dikumpulkan secara in situ melalui tiga kali pengukuran menggunakan DO meter dan pH meter digital, dengan kertas indikator sebagai pembanding, pada pukul 07.00–08.00 WIB. Hasil menunjukkan suhu rata-rata 30.4°C, melampaui kisaran optimal biota akuatik tropis (25–30°C). Nilai pH 5 (manual) dan 5.7 (digital) berada di bawah baku mutu kelas II (PP 22/2021), mengindikasikan kondisi asam akibat dominasi tanah gambut dan masukan limbah domestik. Kadar DO 3.0 mg/L juga berada di bawah ambang batas minimum 4.0 mg/L, dipengaruhi oleh suhu tinggi dan beban organik. Kombinasi ketiga parameter tersebut menegaskan adanya tekanan ekologis yang berpotensi menurunkan keanekaragaman biota sensitif dan memicu hipoksia pada musim kemarau. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan menyoroti anak sungai urban yang berfungsi sebagai saluran drainase makro, sehingga hasilnya menutup celah kajian limnologi perkotaan di Palembang. Temuan ini menekankan perlunya pemantauan berkala dan pengelolaan kualitas air berkelanjutan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem sungai urban.
Downloads
References
Apriyani, S. (2021). Analisis kualitas air Sungai Musi bagian hilir Kota Palembang. Jurnal Ilmu Lingkungan, 19(2), 231–239. https://doi.org/10.14710/jil.19.2.231-239
Bagheri, S., & Rahman, M. (2026). Climate change and aquatic ecosystems: Impacts on salinity, species survival, and ecological resilience. Environmental Challenges, 24, 101556. https://doi.org/10.1016/j.envc.2026.101556
Effendi, H. (2021). Telaah kualitas air: Bagi pengelolaan sumber daya dan lingkungan perairan. Kanisius.
Fitriani, N., Kusuma, R. W., & Hidayah, Z. (2025). Dinamika oksigen terlarut pada perairan sungai urban di Sumatera: Kajian faktor suhu dan beban organik. Jurnal Ekologi Dan Sains Perairan, 11(1), 18–29. https://doi.org/10.22487/jesp.v11i1.2025
Hasim, H., & Karim, A. (2022). Karakteristik fisik-kimia perairan lotik urban dan pengaruhnya terhadap kualitas air permukaan. Limnotek: Perairan Darat Tropis Di Indonesia, 29(1), 45–56. https://doi.org/10.14203/limnotek.v29i1.385
Lestari, D. P., Nugroho, A., & Wibowo, S. (2023). Pengaruh suhu air terhadap metabolisme dan toksisitas polutan pada ekosistem perairan lotik. Jurnal Biologi Dan Ilmu Hayati, 8(1), 55–64. https://doi.org/10.21776/ub.jbmh.2023.008.01.07
Margaretha, R., & Setiawan, D. (2023). Distribusi parameter fisik-kimia air pada ekosistem anak sungai di kawasan perkotaan Palembang. Jurnal Biologi Sumatera, 15(2), 112. https://doi.org/10.23960/jbs.v15i2.312
Nguyen, T. A., Le, D., & Chen, Y. (2023). Influences of key factors on river water quality in urban and rural areas: A review. Case Studies in Chemical and Environmental Engineering, 8, 100424. https://doi.org/10.1016/j.cscee.2023.100424
Pratama, A. F., & Wijaya, H. K. (2022). Dampak aktivitas antropogenik terhadap degradasi kualitas air sungai di kawasan urban: Tinjauan sistematik. Jurnal Lingkungan Dan Pembangunan Berkelanjutan, 5(2), 89–101. https://doi.org/10.29303/jlpb.v5i2.2022
Suryani, & Ramadhan. (2021). Derajat keasaman (pH) sebagai indikator pencemaran dan dampaknya terhadap fisiologi organisme akuatik di perairan sungai gambut Sumatera. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kelautan Tropis, 13(3), 601–612. https://doi.org/10.29244/jitkt.v13i3.35218






