Kualitas Air Sungai Musi di Dermaga Jembatan Ampera Berdasarkan Parameter Fisika, Kimia, dan Biologi

Water Quality of the Musi River at Ampera Bridge Dock Based on Physical, Chemical, and Biological Parameters

Authors

  • Anggita Rizki Pratiwi Universitas Muhammadiyah Palembang image/svg+xml
  • Saleh Hidayat Universitas Muhammadiyah Palembang image/svg+xml
  • Ervina Mukharomah

DOI:

https://doi.org/10.54895/ypy9ve29

Keywords:

DO, Kecerahan, pH, Sungai Besi, suhu, turbiditas

Abstract

Aktivitas penyeberangan, perdagangan, dan pariwisata yang berlangsung terus-menerus di kawasan Dermaga Jembatan Ampera membuat kondisi air Sungai Musi di titik ini perlu dipantau secara langsung. Kajian ini dilakukan untuk memotret kondisi tersebut melalui empat parameter fisika-kimia, yaitu pH, penetrasi cahaya, suhu, dan oksigen terlarut (DO), lalu membandingkannya dengan baku mutu air Kelas III yang berlaku. Pengambilan data dilakukan secara langsung di tiga titik sepanjang dermaga — bagian hulu, tengah, dan hilir — menggunakan alat ukur digital yang telah dikalibrasi. Ketiga titik sama-sama menunjukkan pH 5, yang berarti air cenderung asam. Intensitas cahaya rata-rata hanya 828 lux dari potensi 50.000 lux, atau setara penetrasi 1,66%, yang mengindikasikan kekeruhan air cukup tinggi. Suhu air yang masuk tercatat 31,8°C dan yang keluar 30,3°C, selisih 1,5°C yang masih berada dalam batas toleransi 3°C. Nilai DO berkisar sempit antara 3,3–3,6 mg/L pada ketiga dermaga, sedikit di atas batas minimum 3 mg/L. Secara keseluruhan, nilai pH dan DO menempatkan ruas Sungai Musi di kawasan ini pada kategori tercemar ringan hingga sedang, sebuah kondisi yang perlu mendapat perhatian mengingat padatnya pemanfaatan kawasan dermaga.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

  • Anggita Rizki Pratiwi, Universitas Muhammadiyah Palembang

     

     

References

Aliansi Peduli Musi. (2022). Ekspedisi Sungai Nusantara ECOTON: Sungai Musi tercemar, industri lepas kendali. Titik Terang. https://titikterang.co.id/sungai-musi-tercemar- industri-lepas-kendali/

Effendi, H. (2003). Telaah kualitas air bagi pengelolaan sumber daya dan lingkungan perairan.

Kanisius.

Goldman, C. R., & Horne, A. J. (1983). Limnology. McGraw-Hill International Book Company.

Mongabay Indonesia. (2023, Desember 19). Derita masyarakat lahan basah Sungai Musi akibat perubahan iklim. https://www.mongabay.co.id/2023/12/19/derita-masyarakat-lahan- basah-sungai-musi-akibat-perubahaan-iklim/

Nursaini, D., & Harahap, A. (2022). Kualitas air sungai. Jurnal Teknologi Lingkungan, 26(1), 82–89.

Pandiangan, Y. S., dkk. (2023). Pemantauan kualitas air Sungai Ciliwung secara online (Onlimo) berdasarkan parameter suhu, DO, TDS, DHL, pH, dan kekeruhan. Jurnal Teknologi Lingkungan, 24(2), 176–182.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. (2021). Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Rosanti, D., Novianti, D., & Putri, Y. P. (2021). Perbandingan kualitas air Sungai Musi pada tiga tata guna lahan. Sainmatika, 18(2), 231–236.

Sastrawijaya, A. T. (2000). Pencemaran lingkungan. Rineka Cipta.

Wafiya, P. N., & Haribowo, R. (2025). Analisis kualitas air di hilir Sungai Coban dan hulu Sungai Gembong Pasuruan. Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air, 5(2), 793–801.

Wardhana, W. A. (2004). Dampak pencemaran lingkungan. Andi Offset.

Wetzel, R. G. (2001). Limnology: Lake and river ecosystems (3rd ed.). Academic Press.

Windusari, Y., & Sari, N. P. (2023). Kualitas perairan Sungai Musi di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi.

Zahra, F. A., dkk. (2023). Analisis sifat fisika dan kimia air Sungai Tempuran Langsur-Samin pada tata guna lahan yang berbeda. Ekosains, Universitas Sebelas Maret.

Aliansi Peduli Musi. (2022). Ekspedisi Sungai Nusantara ECOTON: Sungai Musi tercemar, industri lepas kendali. Titik Terang. https://titikterang.co.id/sungai-musi-tercemar- industri-lepas-kendali/

Effendi, H. (2003). Telaah kualitas air bagi pengelolaan sumber daya dan lingkungan perairan.

Kanisius.

Goldman, C. R., & Horne, A. J. (1983). Limnology. McGraw-Hill International Book Company.

Mongabay Indonesia. (2023, Desember 19). Derita masyarakat lahan basah Sungai Musi akibat perubahan iklim. https://www.mongabay.co.id/2023/12/19/derita-masyarakat-lahan- basah-sungai-musi-akibat-perubahaan-iklim/

Nursaini, D., & Harahap, A. (2022). Kualitas air sungai. Jurnal Teknologi Lingkungan, 26(1), 82–89.

Pandiangan, Y. S., dkk. (2023). Pemantauan kualitas air Sungai Ciliwung secara online (Onlimo) berdasarkan parameter suhu, DO, TDS, DHL, pH, dan kekeruhan. Jurnal Teknologi Lingkungan, 24(2), 176–182.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. (2021). Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Rosanti, D., Novianti, D., & Putri, Y. P. (2021). Perbandingan kualitas air Sungai Musi pada tiga tata guna lahan. Sainmatika, 18(2), 231–236.

Sastrawijaya, A. T. (2000). Pencemaran lingkungan. Rineka Cipta.

Wafiya, P. N., & Haribowo, R. (2025). Analisis kualitas air di hilir Sungai Coban dan hulu Sungai Gembong Pasuruan. Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air, 5(2), 793–801.

Wardhana, W. A. (2004). Dampak pencemaran lingkungan. Andi Offset.

Wetzel, R. G. (2001). Limnology: Lake and river ecosystems (3rd ed.). Academic Press.

Windusari, Y., & Sari, N. P. (2023). Kualitas perairan Sungai Musi di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi.

Zahra, F. A., dkk. (2023). Analisis sifat fisika dan kimia air Sungai Tempuran Langsur-Samin pada tata guna lahan yang berbeda. Ekos

UNBARA Environmental Engineering Journal

Downloads

Published

2026-10-22