Kolaborasi Pemerintah Desa Dan Masyarakat Dalam Pengembangan Potensi Peternakan Sapi Sebagai Sumber Peningkatan Ekonomi Desa

Authors

  • Mike oktapia Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik dan Hukum, Universitas Baturaja
  • Yahnu Wiguno Sanyoto, M.I.P Universitas Baturaja image/svg+xml
  • Aprilia Lestari, M.I.P Universitas Baturaja image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.54895/3bt8cz42

Keywords:

collaborative Governance, Peternakan Sapi, Desa Merbau, Analisis SWOT

Abstract

Penelitian ini mengkaji urgensi tata kelola kolaboratif dalam optimalisasi sektor peternakan sapi di Desa Merbau, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu. Ditemukan adanya kontradiksi antara potensi ekonomi yang besar 65% kepala keluarga (388 KK) memiliki ternak dengan pola pengelolaan tradisional “lepas-liar.” Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan pembangunan, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, yang dianalisis menggunakan matriks IFAS dan EFAS berbasis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan empat pilar kolaborasi: kepemimpinan transformatif telah muncul namun pendampingan teknis masih lemah; kepercayaan terbangun melalui musyawarah dan sistem bagi hasil meski transparansi terbatas; komunikasi berjalan melalui forum desa dan media digital tetapi masih mengalami hambatan koordinasi; serta komitmen telah diformalisasi namun belum didukung regulasi desa yang kuat. Faktor pendukung meliputi modal sosial, dukungan Dana Desa, dan kebijakan ketahanan pangan nasional, sedangkan hambatan mencakup budaya individualistik, minimnya pendampingan teknis, dan risiko kesehatan ternak. Penelitian menyimpulkan bahwa kolaborasi telah berjalan namun belum optimal, sehingga diperlukan Peraturan Desa dan penguatan kapasitas fasilitator lapangan.

Author Biographies

  • Yahnu Wiguno Sanyoto, M.I.P, Universitas Baturaja

    Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik dan Hukum, Universitas Baturaja

  • Aprilia Lestari, M.I.P, Universitas Baturaja

    Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik dan Hukum, Universitas Baturaja

References

Agus Dwiyanto,Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Reformasi Birokras, (Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama, 2011), hal.56-77.

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative Governance in Theory and Practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571.

Arikunto, S.2010. Prosedur Penelitian. Edisi Revisi VII. Yogjakarta: Rineka Cipta, hal. 265.

Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Selatan. (2023). Laporan Kinerja Peternakan Provinsi Sumatera Selatan 2023. Palembang: Dinas Peternakan Provinsi Sumsel.

Freddy Rangkuti, Analisis SWOT: Teknik Membedah Kasus Bisnis, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2016.

I Nyoman Sumaryadi.(2005). Perencanaan Pembangunan Daerah Otonom dan Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta: Citra Utama, hla. 46.

Kurniawan, I. (2021). Kendala Pengembangan Peternakan Sapi Rakyat di Kabupaten Ogan Komering Ulu. Jurnal Peternakan Nusantara, 7(1), 78–89.

Moleong, Lexy J. 2017&2018. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Soetomo. (2012). Pemberdayaan Masyarakat: Membangun Masyarakat Berbasis Potensi Lokal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sutoro Eko. (2014). Regulasi Baru, Desa Baru: Ide, Misi, dan Semangat UU Desa. Yogyakarta: FPPD.

Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7.

Wahyuni, S. (2018). Kolaborasi Pemerintah Desa dan Masyarakat dalam Pengembangan Badan Usaha Milik Desa di Kabupaten Bantul. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 4(2), hla. 89-102.

Published

2026-07-13 — Updated on 2026-10-01

How to Cite

oktapia, M., Sanyoto, Y. W., & Lestari, A. (2026). Kolaborasi Pemerintah Desa Dan Masyarakat Dalam Pengembangan Potensi Peternakan Sapi Sebagai Sumber Peningkatan Ekonomi Desa. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 5(2), 1-5. https://doi.org/10.54895/3bt8cz42