Metode Forward Chaining Untuk Diagnosa Penyakit dan Hama Pada Tanaman Padi
DOI:
https://doi.org/10.54895/kompen.v4i1.3516Keywords:
Sistem Pakar, Forward Chaining, PadiAbstract
Tanaman padi merupakan komoditas pertanian utama yang memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Permasalahan yang sering dihadapi petani adalah serangan penyakit dan hama yang dapat menyebabkan penurunan kualitas maupun kuantitas hasil panen. Keterbatasan jumlah pakar pertanian menyebabkan proses konsultasi tidak dapat dilakukan setiap saat. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem yang mampu mengadopsi pengetahuan seorang pakar ke dalam sistem komputer berupa sistem pakar. Penelitian ini bertujuan membangun sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit dan hama pada tanaman padi menggunakan metode Forward Chaining. Metode ini melakukan penelusuran berdasarkan fakta atau gejala yang dimasukkan pengguna untuk memperoleh kesimpulan berupa jenis penyakit atau hama yang menyerang tanaman padi. Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode Black Box Testing. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat berjalan dengan baik sesuai dengan aturan yang telah ditentukan dan menghasilkan tingkat validasi sebesar 100%.
Downloads
References
[1] J. Kuswanto, “Sistem Pakar Untuk Perlindungan Tanaman Padi Menggunakan Metode Forward Chaining,” Jurnal Ilmiah Edutic, vol. 7, no. 1, pp. 31–39, 2020, doi: 10.21107/edutic.v7i1.8805.
[2] V. Zuraida, D. Kusbianto, and M. R. Pahlevi, “Sistem Pakar Diagnosis Penyakit dan Hama pada Tanaman Padi dengan Metode Forward Chaining,” Jurnal Minfo Polgan, vol. 12, no. 1, pp. 378–384, 2023, doi: 10.33395/jmp.v12i1.12437.
[3] F. G. Darussalam and H. Yulianton, “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Tanaman Padi Menggunakan Metode Forward Chaining,” Joutica, vol. 8, no. 2, pp. 39–44, 2023, doi: 10.30736/informatika.v8i2.1096.
[4] S. N. Holifah, A. Mahardika, R. T. Saputra, U. M. Nurali, A. Saifudin, and E. Nirmala, “Aplikasi Sistem Pakar untuk Diagnosa Penyakit pada Padi dengan Metode Forward Chaining,” Jurnal Informatika Universitas Pamulang, vol. 6, no. 3, 2021, doi: 10.32493/informatika.v6i3.11831.
[5] R. Randi and A. Patombongi, “Aplikasi Diagnosa Hama dan Penyakit pada Tanaman Padi Berbasis Web dengan Metode Forward Chaining,” Simtek, vol. 1, no. 2, pp. 85–91, 2016, doi: 10.51876/simtek.v1i2.12.
[6] Y. Fatman, “Implementasi Forward Chaining Pada Sistem Pakar Sebagai Basis Informasi Persebaran Penyakit Padi,” JATISI, vol. 8, no. 3, pp. 1581–1595, 2021, doi: 10.35957/jatisi.v8i3.567.
[7] U. M. Wahyuni, “Penerapan Sistem Pakar dalam Pengembangan Budidaya Padi Teknologi Salibu dengan Metode Forward Chaining,” Majalah Ilmiah UPI YPTK, vol. 25, no. 1, 2018, doi: 10.35134/jmi.v25i1.35.
[8] N. A. Muslimah, R. Y. Bakti, and T. Wahyuni, “Sistem Pakar Tentang Mendiagnosa Penyakit pada Tanaman Padi Menggunakan Metode Forward Chaining,” Arus Jurnal Sains dan Teknologi, vol. 2, no. 2, 2024, doi: 10.57250/ajst.v2i2.657.
[9] J. Kuswanto, D. D. L. Daya, and Herdiansyah, “Metode Forward Chaining Untuk Diagnosa Penyakit dan Hama Pada Tanaman Kopi,” JCS-TECH, vol. 5, no. 1, 2024, doi: 10.54840/jcstech.v5i1.340.
[10] N. Ahmad and Iskandar, “Metode Forward Chaining untuk Deteksi Penyakit Pada Tanaman Kentang,” JINTECH, vol. 1, no. 2, pp. 7–20, 2020, doi: 10.22373/jintech.v1i2.592.
[11] J. Kuswanto and J. Dapiokta, “Penerapan Metode Forward Chaining untuk Diagnosa Penyakit Pneumonia,” Jurnal Unitek, vol. 15, no. 1, pp. 20–26, 2022, doi: 10.52072/unitek.v15i1.311.
[12] W. A. Sari, “Diagnosa Penyakit Saraf Manusia Dengan Metode Forward Chaining Dalam Sistem Pakar,” JATISI, vol. 9, no. 3, pp. 2246–2260, 2022, doi: 10.35957/jatisi.v9i3.2273.
[13] L. Nafisa, M. N. Ikhsanto, and S. Anto, “Penerapan Metode Forward Chaining Untuk Mengidentifikasi Hama dan Penyakit Tanaman Padi,” I-Robot, vol. 5, no. 1, pp. 48–53, 2021.
[14] J. Kuswanto, L. Pebriantika, and S. Ningsih, “Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Penyakit Syaraf dengan Metode Forward Chaining,” KLIK, vol. 3, no. 2, pp. 188–193, 2022.
[15] Juwanto and A. Syaripudin, “Sistem Pakar Dengan Metode Forward Chaining Untuk Diagnosa Gejala COVID-19,” OKTAL, vol. 1, no. 5, pp. 531–540, 2022.
[16] E. G. Hutahaean, O. S. Pratiwi, and R. Afriyani, “Penerapan Metode Forward Chaining Dalam Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Asma,” Senabistekes, vol. 1, no. 1, pp. 96–104, 2024.
[17] A. Setiawan Honggowibowo, “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Tanaman Padi Berbasis Web Dengan Forward dan Backward Chaining,” TELKOMNIKA, vol. 7, no. 3, pp. 187–194, 2009.
[18] Y. N. Ifriza and Djuniadi, “Perancangan Sistem Pakar Penyuluh Diagnosa Hama Padi Dengan Metode Forward Chaining,” Jurnal Teknik Elektro, vol. 7, no. 1, pp. 30–36, 2015.
[19] M. Irsan, V. N. Pratama, and M. Fakih, “Sistem Pakar Identifikasi Penyakit Tanaman Padi di Balai Penyuluhan Pertanian Sepatan Tangerang,” Konferensi Nasional Sistem dan Informatika, 2015.
[20] D. M. Tobing, E. Pawan, F. E. Neno, and K. Kusrini, “Sistem Pakar Mendeteksi Penyakit Pada Tanaman Padi Menggunakan Metode Forward Chaining,” 2019.
[21] J. Kuswanto, SISTEM PAKAR: Penyelesaian Kasus Kerusakan pada Mesin Cuci dengan Metode Backward Chaining. CV. Mitra Cendekia Media, 2022. [Online]. Available: https://books.google.co.id/books?id=Yx7eEAAAQBA







