PEMBUATAN PETA RAWAN BANJIR BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI DESA PIDADA, KECAMATAN PANJANG, KOTA BANDAR LAMPUNG
DOI:
https://doi.org/10.54895/abdimu.v6i2.3375Keywords:
Peta Rawan Banjir, Sistem Informasi Geografis, Mitigasi Bencana, Desa PidadaAbstract
Artikel ini membahas pembuatan peta rawan banjir berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) di Desa Pidada, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung. Desa Pidada merupakan wilayah yang rawan terhadap bencana banjir sehingga diperlukan upaya mitigasi bencana melalui penyediaan informasi spasial mengenai daerah-daerah yang berpotensi terkena banjir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai zona rawan banjir sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir. Metode yang digunakan dalam pembuatan peta ini adalah pengolahan dan analisis data spasial menggunakan software ArcGIS. Melalui tahapan pengumpulan data, pengolahan data, dan pembuatan peta, telah dihasilkan peta rawan banjir yang kemudian disosialisasikan kepada masyarakat Desa Pidada. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa masyarakat memberikan respons yang antusias terhadap peta rawan banjir ini. Masyarakat menjadi lebih memahami zona-zona rawan banjir di wilayah mereka dan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir. Peta ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah desa dalam menyusun rencana mitigasi bencana dan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana banjir.
Downloads
References
Asdak, C. (2010). Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
BNPB. (2016). Risiko Bencana Indonesia. Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
BNPB. (2021). Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI). Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Diakses dari https://dibi.bnpb.go.id/
Diposaptono, S., Budiman, & Agung, F. (2009). Menyiasati Perubahan Iklim di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Bogor: Penerbit Buku Ilmiah Populer.
Hadmoko, D. S., Lavigne, F., & Sartohadi, J. (2010). Peran Geomorfologi dalam Pengkajian Bencana Alam di Indonesia. Yogyakarta: Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada.
Jaya, I. N. S. (2009). Sistem Informasi Geografis untuk Pengelolaan Sumberdaya Alam. Bogor: Fakultas Kehutanan IPB.
Marfai, M. A., King, L., Sartohadi, J., Sudrajat, S., Budiani, S. R., & Yulianto, F. (2008). The Impact of Tidal Flooding on a Coastal Community in Semarang, Indonesia. The Environmentalist, 28(3), 237-248.
Nugroho, S. P. (2013). Analisis Kerawanan Banjir dengan Menggunakan Metode Analisis Spasial (Studi Kasus: Kabupaten Sampang, Jawa Timur). Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems, 7(2), 149-158.
Pareta, K., & Pareta, U. (2011). Flood Hazard Mapping Using GIS and Remote Sensing: A Case Study of Ganga River, Uttarakhand, India. International Journal of Geomatics and Geosciences, 2(1), 90-105.
Prahasta, E. (2009). Sistem Informasi Geografis: Konsep-Konsep Dasar (Perspektif Geodesi & Geomatika). Bandung: Penerbit Informatika.
Sutikno, S., Maryono, A., & Suharyanto. (2007). Pengelolaan Banjir dengan Pendekatan Kearifan Lokal. Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan DAS Terpadu, Solo, 15-16 Agustus 2007.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (ABDIMAS) Universitas Baturaja

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






